DELI SERDANG(Transnusantara.co.id)-
Rutan Kelas I Labuhan Deli Kumham Sumut Telah Sukses Berkebun Jagung dan Menjadi Topik di Tabloid Zona Integritas Tahun III Edisi XXX Juni 2022, Halaman 5 tentang Kabar UPT dengan Judul “WBP Rutan Kelas I Labuhan Deli Panen 20 Ton Jagung Hasil Berkebun.
Dipaparkan bahwa salah satu tujuan dari Program Pembinaan Kemandirian dan Keterampilan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) adalah agar para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Mandiri dengan bekerja pada orang lain atau membuka usaha sendiri sehingga mereka dapat berguna di tengah- tengah masyarakat. Tentunya lewat pembekalan Di berbagai bidang tersebut, para WBP juga diharapkan dapat produktif menghasilkan karya atau jasa yang bernilai jual.
Selanjutnya Rutan Kelas I Labuan Deli, melalui Program Pembinaan Kemandiriannya berhasil meningkatkan kemampuan para WBP dan memberi Kontribusi Positif Kepada Rutan serta Masyarakat Sekitar dalam Program Pembinaan Berkebun Menanam Jagung yang sukses dillakukan Rutan Kelas I Labuhan Deli belum lama ini sebanyak 20 Ton Jagung Berkualitas berhasil dipanen dari Lahan seluas Tiga Hektar pada Selasa 17 Mei 2022 di Wilayah Deli Serdang Sumatera Utara. Kegiatan memanen ini merupakan kali kedua setelah pada 26 Apríl 2022 lalu melakukan panen jagung di lahan Seluas Lima Hektar.
Kepala Rutan Kelas I Labuan Deli, Nimrot Sihotang ketika dikonfirmasi Awak Media pada Jum’at (17/06/2022) menyatakan, Kegiatan Pembinaan Kemandirian Perkebunan Jagung terwujud dengan dukungan dari banyak pihak. Dalam Prakteknya Rutan Kelas I Labuhan Deli menggandeng Koperasi Pegawai Rutan, Kementerian Pertanian, Dinas Holtikultura dan Ketahanan Pagan Sumatera Utara.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Holtikultura dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang sudah memberikan pelatihan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan untuk Keterampilan Menanam Jagung. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementan yang membantu dalam hal Memberikan Bibit, Pupuk dan Pengolahan Lahan hingga akhinya hari ini bisa Panen Jagung sebanyak 20 ton, terang Nimrot Sihotang.
Lebih jauh dikatakan Kepala Rutan Nimrot Sihotang, Kegiatan Berkebun Jagung ini melibatkan Rutan Kelas I Labuan Deli meliputi WBP dan petugas di bawah naungan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja. Dan yang tidak kalah penting adalah para mantan WBP dan kelompok masyarakat Warga Binaan Peduli Pemasyarakatan (Warmaslipas) juga dilibatkan dalam kegiatan berkebun ini. Sampai total keseluruhan lahan jagung yang dikelola Rutan Kelas I Labuan Deli bersama WBP, mantan WBP dan Warmaslipas seluas 54 hektar.
Menurut Nimrot, kegiatan berkebun jagung ini melalui beberapa tahapan dengan kurun waktu tiga bulan lamanya. Pertama, membeli bibit yang sudah siap, kemudian melakukan penanaman pada saat musim hujan. Lima belas hari kemudian bibit jagung yang sudah ditanam diberi pupuk dan dilakukan penyemprotan hama,setelah itu tumbuh kembang tanaman jagung terus dipantau hingga akhirnya bisa dipanen dengan sempurna.
“Sejauh ini upaya pengelolaan lahan jagung tersebut berbuah manis berupa Penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai Pencetus Budidaya Jagung pada Rutan dan Lapas. Pihak Rutan Kelas I Labuan Deli berharap adanva hasil pertanian jagung ini mampu menambah Kesejahteraan Pegawai sehinggga dapat meninggalkan budaya kerja lama yang berorientasi pada pungutan liar.
Selain perkebunan jagung, kegiatan pembinaan kemandirian lainnya yang dilakukan Rutan Kelas I Labuhan Deli Meliputi Daur Ulang Sampah menjadi Produk Bernilai Jual, Pembuatan Bunga Papan, Membuat Deterjen, Menyablon, Menjahit serta Keterampilan Vuci Mobil (Doorsmeer). Dalam kurun waktu satu tahun rangkaian kegiatan pembinaan tersebut bahkan berkontribusi menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp17 juta,ujar Ka Rutan.
‘”Kami berinovasi dalam hal bidang pembinaan yang beragam. Kami juga memberikan bantuan fasilitas penunjang bekerja kepada para mantan narapidana berupa SIM, Alat Doorsmeer, Alat Membuat Es, dsb. Tujuannya adalah menciptakan manusia yang bisa Berwirausaha Nandiri.” pungkas Kepala Rutan Nimrot Sihotang mengakhiri (Gun)
