LAILATUL QODAR MALAM YANG PENUH BERKAH

Oleh : Ellis Tri Sandawati, SE,

Staf Redaksi, Transnusantara.co.id

Transnusantara.co.id-
Medan,
Sesungguhnya telah kami turunkan Alquran itu pada malam Lailatul Qodar, malam yang penuh
keberkahan. Tahukah engkau apa malam Lailatul Qodar itu? Malam Lailatul Qodar itu lebih baik
daripada seribu bulan (Al Qodri 1-3). Pada malam itu berada di bulan Ramadhan sebagaimana
firman Allah swt. “Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Alquran”. (Al-Baqarah:
185). Kita sekarang masih ada dalam bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam, bulan yang
mulia, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, serta bulan pembebasan dari siksa neraka.

Momentum ini mari kita manfaatkan se-optimal mungkin untuk beribadah kepada Allah SWT,
dengan penuh harapan akan kasih sayang dan limpahan rahmat dan ampunanNya.

Berbahagialah
bagi kita yang masih diperkenankan menemui bulan ramadhan, sebab dengan menemui bulan ini,
kita banyak mempunyai kesempatan dan peluang membersihkan dan mendekatkan diri kepada
Allah SWT. dengan berbagai ibadah, terlebih pada malam Lailatul Qodar.

Keutamaan Malam Lailatul Qodar
Malam ini dinamakan malam Lailatul Qodar, karena keagungan nilainya dan
keutamaannya di sisi Allah swt, juga karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya
selama satu tahun, sebagaimana firman Allah swt; pada malam ini dijelaskan segala urusan yang
penuh hikmah (Ad-Dukhan: 4), kemudian Allah SWT berfirman; mengagungkan kedudukan
Lailatul Qodar yang dia khususkan untuk Alquran Karim.

Selanjutnya Allah swt. menjelaskan,
nilai keutamaan Lailatul Qodar dengan firmannya; Lailatul Qodar itu lebih baik daripada seribu
bulan. Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca Alquran, dzikir
dan doa sama dengan beribadah selama seribu bulan, sama dengan 83 tahun 4 bulan. Lalu Allah
swt. memberitahukan, keutamaan yang lain, berkah yang melimpahnya banyak malaikat-malaikat
yang turun malam ini, termasuk Jibril, mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan
maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah swt, mereka turun dengan
perintah dari Allah.

Dalam hadis shahih Rasulullah saw. menyebutkan; keutamaan melakukan qiyamul lail,
dimalam tersebut, beliau bersabda; barang siapa melakukan shalat malam pada saat lailatul
qodar, karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
(Hadis Muttafaq ‘Alaih).
Malam Lailatul Qodar Empat Orang Tertolak Permohonannya
Menurut Imam Fahrul Razi, apabila terbit fajar Lailatul Qodar, Jibril berseru; “Hai
malaikat-malaikat, berangkatlah. Mereka menjawab dalam bentuk pertanyaan: “apa yang telah
dilakukan Allah swt. kepada orang-orang mukmin pada malam ini? Jibril menjawab;
sesungguhnya Allah swt. memandang mereka dengan penuh rahmat dan no itu, agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu, lantaran minum khomar dan berjudi,
dan menghalangi kamu dari mengingat Allah swt. dan shalat, maka berhentilah kamu dari
mengerjakan pekerjaan itu (Al-Maidah 90-91).

Sabda Rasulullah saw.: Sesungguhnya aku mengutuk khomar, peminum, penjamu, penjual,
pembeli, pemerah yang diperahkan, pembawa yang dibawakan dan pemakan harganya. (HR. Abu
Daud). Dari hadis ini menunjukkan larangan minuman khomar, bahkan tidak hanya peminumnya
saja yang dilarang tetapi semua sarana yang menjembatani sampainya khomar ke tangan
peminumnya pun dilarang.
Mendurhakai ibu bapak, orang yang durhakai kepada orang tua, termasuk melakukan
dosa besar yang berat, hukumnya di hari kiamat. Dan Alquran surah Luqman ayat 14: “Dan kami
perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada ibu bapaknya, yang ibunya telah menyusukan
kita dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya
kepadakulah kembalinya. Dan banyak hadis yang menopang agar kita jangan durhaka kepada
kedua ibu bapak, demikian juga orang-orang yang memutuskan hubungan dan berseteru sesama
muslim lewat tiga hari.

Sebab Turunnya Lailatul Qodar
Menurut Imam Ibnu Abbas, sebab turunnya surat Al Qodar itu adalah sebagai berikut;
Jibril menerangkan kepada Nabi kita Rasulullah saw. tentang seorang hamba Allah dikalangan
Bani Israil, bernama Syam’un Al Ghazi yang memerang orang-orang kafir selama 1000 (seribu)
bulan dengan hanya bersenjatakan jenggot unta. Apabila senjata itu dipukulkannya, maka akan
jatuh korban dalam jumlah yang tidak sedikit. Jika dia lapar dan haus, maka memancar air dan
tumbuh daging di celah-celah giginya, itulah makanan dan minumannya. Demikian halnya sampai
berusia seribu bulan. Orang kafir tidak berdaya melawannya, karena keistimewaan bulan ini.

Orang kafir mencari jalan agar beliau dapat ditakluki. Mereka mulai membujuk istrinya yang
masih kafir untuk membunuhnya dengan perjanjian, istrinya akan diberi imbalan hadiah harta
benda yang banyak. Pada mulanya ia menolak, karena tidak tahu, bagaimana cara yang akan
dilakukan. Tetapi setelah mereka mengajari supaya pembunuhan itu dilakukan setelah suaminya
diikat kaki dan tangannya dengan seutas tali yang mereka berikan, ketika ia sedang tidur,
barulah ia menyetujuinya. Tatkala usaha pembunuhan itu dilakukannya, Syam’un terbangun ia
bertanya pula, “Siapa yang mengikatku ini?” istrinya menjawab: “Saya, untuk mencoba dan
mengujimu”. Syam’un merenggut tali itu, lalu putus. Pada waktu yang lain si istri ingin mencoba
lagi, sesuai petunjuk orang kafir, maka istrinya mengikat Syam’un pula dengan rantai besi,
ketika ia sedang tidur, dan ketika itu Syam’un terbangun ia bertanya pula “siapa yang
mengikatku dan untuk maksud apa?” “saya sendiri dengan maksud untuk mengujimu”, jawab
sang istri. Rantai besi pun direnggutnya, lalu putus. Syam’un menerangkan bahwa ia adalah
seorang “Wali Allah”. Tiada seorang pun dapat mengalahkan aku, selain rambutku ini, ujarnya.
Syam’un mempunyai rambut yang panjang sampai ke kakinya.

Beberapa waktu kemudian, ketika
ia sedang tidur, istrina menggunting rambutnya yang panjang itu, empat kecak lagi diikatnya
kepada tangannya. Syam’un terbangun seraya bertanya; seperti semula, dijawab sang istri,
dengan tegas, bahwa yang melakukkannya adalah ia sendiri dengan maksud mengujinya.
Syam’un mencoba merenggutnya, tapi tiada mampu, karena sumber kekuatannya terletak di
rambutnya. Setelah sang istri melaporkannya kepada orang-orang kafir, mereka pun
menangkapnya, menyeret ke tempat penyembelihan dan mengikatnya ke sebatang tiang.
Kemudian mereka menyiksanya dengan memotong kuping, lidah, bibir, kaki, dan tangannya dan mencungkil matanya. Pada saat penyiksaan itu dilakukan, Allah swt. memberi petunjuk
kepadanya, bahwa segala keinginannya dikabulkan. Syam’un mohon supaya diberi kekuatan
untuk menumbangkan tiang itu, dan menimpa mereka sehingga semuanya tewas menjadi kurban.

Allah swt. memperkenankan permintaannya, maka dengan sekejap mata saja tiang itu tumbang
menimpa mereka dan istrinya ikut jadi korban. Dengan izin Allah swt., keadaan tubuh Syam’un
dipulihkan kembali seperti sediakala. Setelah peristiwa itu ia terus-menerus melancarkan
perang Fi Sabilillah. Tatkala Rasulullah saw. menerangkan riwayat itu, para sahabat terharu
mendengarkannya, ada yang menangis, seraya bertanya “tahukah Rasulullah berapa besar
pahalanya?” Rasulullah menjawab: tidak tahu. Maka Jibril pun turun menyampaikan wahyu surat
Al Qodar, seraya mengatakan “ku beri engkau umatmu Lailatul Qodar, ibadah pada malam itu
lebih dari 1000 (seribu) bulan.
Masa Terjadinya Lailatul Qodar
Terdapat perselisihan pendapat dikalangan kaum ulama tentang saat dan waktu
terjadinya Lailatul Qodar ini, sebagian kalangan berpendapat, Lailatul Qodar itu hanya
terdapat pada hari terakhir bulan Ramadhan setiap tahunnya, meskipun sesudah Nabi
Muhammad saw. wafat, pendapat ini yang muktamat, tanggal pasti jatuhnya Lailatul Qodar
berbeda-beda pendapat para ulama ada yang menyatakan tanggal 1 Ramadhan, 17 Ramadhan, 21
Ramadhan, 23 Ramadhan, 25 Ramadhan, da nada pula 29 Ramadhan.

Umumnya para sahabat dan
sebagian ulama tanggal 27 Ramadhan atau sebagian ulama menyatakan 10 hari terakhir
Ramadhan, marilah kita saling berlomba-lomba untuk mendapatkan malam Lailatul Qodar ini.

(Penulis Dosen STAI / PGMI Hikmatul Fadhillah Medan, SD, Al-washliyah Bromo Medan, SD.
Tunas Harapan Mandiri Tanjung Anom, Pelatih Kwartir Cabang Kota Medan ).
Medan,
ELLIS TRI SANDAWATI, SE
081289261968 / 083157326556
( * )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *