Jembatan Desa Suka Rende Kecamatan Pancur Batu, Rusak Berat

Laporan : Bronson Surbakti ( Wartawan Trans Nusantara.

Desa Suka Rende, Deli Serdang,
TransNusantara.co.id-

Jembatan Desa Suka Rende, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, merupakan sarana transportasi yang vital, menghubungkan, Desa Suka Rende, dengan Desa Kwala Lau Bicik Kecamatan Kutalim Baru, Desa Namorih, Kecamatan Pancur mBatu, dan dengan wilayah- wilayah lainnya di seberangnya.

Jembatan yang runtuh itu, berukuran panjang sekitar 15 M, lebar, lebih kurang, 4,5 M, mengalami kerusakan sejak tahun 2019 yang lalu, akibat diterjang banjir. Akibatnya berdampak secara luas terhadap mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Tulisan ini mencoba meneliti dampak sosial, ekonomi dan lingkungan akibat perubahan mobilitas.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada sejumlah warga masyarakat, secara umum mengatakan, runtuhnya jembatan itu, memunculkan dampak-dampak, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dampak- dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan ini harus mampu dikendalikan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Infrastruktur jembatan merupakan prasarana penopang mobilitas manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain, tentunya hal ini sangat penting.

Dengan runtuhnya jembatan Desa Suka Rende yang berlokasi di Desa Suka Rende, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang ini, berarti akan secara langsung berdampak terhadap terhambatnya mobilitas manusia dan barang.

Dimana apabila dibiarkan lebih jauh akan menyebabkan terlambatnya pembangunan dan perkembangan suatu kawasan.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, bahwa mata pencaharian warga masyarakat disana, mayoritas bertani, ada yang memiliki tanaman kebun karet, dan ada juga yang memiliki kebun sawit, serta tanaman keras lainnya seperti, pohon kelapa, Durian, selain itu ada juga peternakan, berdagang, dll.

Salah satu warga masyarakat marga Tarigan dari luar desa Suka Rende mengatakan, akibat jembatan tak bisa lagi dilewati oleh warga, kami merasa kesulitan untuk membawa hasil kebun yang mau dijual ke pasar/pajak.

” Jembatan yang runtuh itu, sebenarnya tidak boleh dilintasi oleh warga masyarakat, dipermukaan jembatan telah dipasang besi dilas mati oleh pihak pemerintah, setinggi sekira 1 meter, jadi kenderaan roda dua tidak bisa lewat karena palang besi dipasang rendah, apalagi kenderaan roda 4 sama sekali tidak bisa melintas.

Namun demikian pantauan awak media ini, masih ada juga warga yang nekat menyeberangi jembatan dengan menuntun kenderaan roda dua yang dimilikinya, karena palang besi dihilirnya sudah patah, diduga sengaja dirusak, oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Keterangan dari Kepala Desa Suka Rende, Manggel Tarigan, didampingi Sekretaris Desa, Mentari Tarigan, ketika ditemui awak media ini di kediamannya, Senin ( 24/5/2021 ) kemarin pagi, mengatakan, informasi yang beliau ketahui bahwa, anggaran untuk perbaikan jembatan itu, sudah dianggarkan, oleh pemerintah, kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa mulai dikerjakan.

Sejumlah warga masyarakat yang ditemui awak media ini, mengharapkan kepada bapak Bupati Deli Serdang agar jembatan yang rusak berat itu, segera diperbaiki, untuk kelancaran perekonomian rakyat.( * ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *