Medan,
Transnusantara —
Saat mengantar Jenazah Covid- 19, menambah duka bagi mereka yang ditinggalkan.
Hanya mereka kurang dari 7 orang yang melepas kepergian sang ibu yang dinyatakan positif Covid- 19, tanpa pelayat, tanpa pemakaman yang baik
” Dalam situasi seperti ini, rasanya sangat sedih, saat kita butuh support dari keluarga , teman atau orang terdekat kita untuk bisa menghadiri pemakaman Kakak, tapi mereka tidak ada dan situasinya tidak memungkinkan ” Tutur Wartawan Waspada, Marzili, yang merupakan paman dari anak almarhum, kepada Trans Nusantara, di pekuburan Covid 19, di Simalingkar B, Medan, Rabu ( 25/8/2021 ).
” Jadi kami pendam sendiri kesedihan ini demi bisa mengantarkan kakak ke peristirahatan terakhir ” tuturnya.
Pantauan Trans Nusantara di lapangan, begitu mobil pengantar jenazah sampai di area parkir mobil, terlihat 1 mobil jenajah yang sedang antri untuk memasuki lokasi pemakaman.
Menurut petugas di area pemakaman, mobil jenazah masuk kelokasi pemakaman harus antri.
Sementara itu, jenazah yang dikebumikan per 25 Agustus 2021, sudah 1500 orang lebih, menurutnya.
Pengantar jenajah tidak boleh memasuki lokasi kuburan, selain petugas Nakes, keluarga yang ikut mengantar hanya bisa melihat almarhum dikebumikan, sejauh kurang lebih 500 meter.
Marzli, paman dari anak almarhumah, sebelumnya sudah mengusulkan kepada keluarga agar almarhum dimakamkan di pekuburan umum saja, namun sebagian besar keluarga tidak setuju, alasannya khawatir kalau nanti ditolak oleh warga setempat, karena almarhum terpapar virus Corona.
Menurutnya, sesuai keterangan dari petugas di pemakaman, baru bisa keluarga untuk ziarah setelah satu hari dimakamkan.
( TN/ Redaksi ).
