Lapas Kelas I Medan Gelar Penyuluhan Kesehatan Tentang  Penyakit Diabetes Melitus  Bagi Warga Binaan

 

Medan – Transnusantara.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melalui Tim Klinik Pratama menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus, kepada 30 warga binaan yang berada di Blok T5, baru-baru ini.

Penyuluhan ini sebagai  edukasi kesehatan guna mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular, khususnya Diabetes Melitus. Materi penyuluhan disampaikan oleh Tim Dokter Lapas Kelas I Medan.

Kegiatan yang  dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan beserta Tim Pengamanan Intelijen dan Penindakan (PATNAL) ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas I Medan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan warga binaan sekaligus memastikan pelaksanaan program pembinaan berjalan dengan aman dan tertib.

Materi  yang disampaikan dalam penyuluhan antara lain, mengenai pengertian Diabetes Melitus, faktor risiko, gejala, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang teratur, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain itu dilakukan juga pemeriksaan kadar gula darah (KGD) kepada dua orang warga binaan yang dipilih secara acak berdasarkan kategori usia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, kedua warga binaan menunjukkan kadar gula darah dalam batas normal.

Tim kesehatan mengimbau agar kondisi tersebut tetap dipertahankan dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga aktivitas sehari-hari dengan baik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin mengikuti program pembinaan kesehatan yang diselenggarakan oleh Lapas Kelas I Medan.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari proses pembinaan di Lapas Kelas I Medan.

Penyuluhan  ini bertujuan agar para peserta memahami  risiko Diabetes Melitus sekaligus meningkatkan kesadaran warga binaan akan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat antusiasme dari warga binaan.

(Hisar LG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *