Putra Daerah Kecamatan Siabu Merasa Tidak Turut Dilibatkan Pada Perusahaan Pertambangaan Emas PT. SMM

Uncategorized321 views

Penulis : Suleman Hasibuan ( Jurnalis Trans Nusantara )

Trans Nusantara.co.id-
Madina,
Pertama – tama saya mohon maaf kepada semua kawan yang dilapangan baik yang kontra kepada keberadaan tambang PT Sorik Mas Mining ( PT SMM ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Sumatera Utara, maupun juga yang pro.

Adapun permintaan maaf ini saya rasa perlu saya sampaikan karena sekarang yang dapat saya lakukan barulah berjuang mengkliping data dan, menulis, terkait kenapa perusahaan belum memberdayaan putra daerah, dalam perekrutan tenaga kerja.

Berdasarkan keterangan lisan dari sejumlah warga, bahwa selama ini salah satu ketimpangan sosial itu terjadi karena masyarakat merasa tidak turut dilibatkan, terutama putra daerah pada perusahaan PT SMM, yang berkedudukan di Kabupaten Mandailing Natal.

Para pekerja di perusahaan itu, kebanyakan melibatkan orang – orang luar. Padahal putra daerah juga punya potensi untuk dapat bekerja di perusahaan itu,

sehingga terjadi ketimpangan pemberdayaan putra daerah, itu salah satu contoh kecil, ujar salah seorang putra daerah yang berdomisili di Kecamatan Siabu, kepada Trans Nusantara, Rabu ( 29/6/2021 ).

Seperti diketahui, perusahaan PT SMM dengan kontrak karya melakukan ekplorasi di daerah ini sudah memasuki sepuluh tahun lebih.

Sementara itu, untuk diketahui, menurut dari pihak perusahaan dan sudah pernah dimuat di media massa pada tahun 2019 yang lalu, bahwa masyarakat dari 15 desa yang ada disekitar lokasi tambang akan dilibatkan di perusahaan, dengan porsi tenaga kerja 70 persen putra daerah, dari 700 orang tenaga kerja. Ini salah satu kewajiban dari renegosiasi Kontrak Kerja, intinya pemberdayaan masyarakat, namun realisasinya hingga saat ini belum ada.

Beberapa waktu yang lalu saya kebetulan memiliki kesempatan berbicara dengan dua orang teman yang masih tinggal di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Mereka bercerita, bahwa selama ini perusahaan dalam merekrut tenaga kerja untuk dipekerjakan menjadi karyawan di perusahaan,belum sepenuhnya memberdayakan putra daerah, sehingga banyak pengangguran.

Untuk diketahui, bahwa mata pencarian utama warga masyarakat Kabupaten Madina, khususnya di Kecamatan Siabu adalah dari sektor pertanian, dimana hampir 80 persen penduduk menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Dari sedikit uraian ini, diharapkan kedepan, terkait perekrutan tenaga kerja di Perusahaan PT SMM, yang berkedudukan di Kabupaten Mandailing Natal, agar mengutamakan putra daerah, tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian warga masyarakat dan mengurangi pengangguran.

( TN/ Red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *