ASMINAH, S.Pd SOSOK PUTRI SEORANG VETERAN PEJUANG KEMERDEKAAN RI, BUKTI PERHATIAN KEPEDULIAN PEMERINTAH, KEPADA VETERAN PEJUANG KEMERDEKAAN RI

 

 

Penulis,
Nopel Harahap
Kabiro Batu Bara

Transnusantara.co.id-
Batu Bara,
Santun dan lembut bertutur kata, nyaris tidak pernah marah apalagi gelisah,dalam menghadapi dan menyikapi proses hidup dan kehidupan yang penuh misteri dan teka teki ini.
Semangat juangnya begitu tinggi terpatri dalam dirinya, mewarisi semangat juang Almarhun Ayahnya seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan RI yang turut berjuang mengantarkan negeri ini, ke gerbang pintu kemerdekaan.

Menimba ilmu dari mulai Sekokah Dasar (SD) Negeri Perkebunan Petatal Kec.Datuk Tanah Datar Batu Bara, Madrasah Tsanawiyah pesantren Daar ulum Kisaran Asahan, pendidikan guru agama (PGAN) Medan, dan Universitas Alwashliyah (Univa) Medan Sumut (S1) tamat dari PGAN
Medan.

Asminah yang akrab di panggil buk As ini mencoba peruntungan mengikuti Test ujian
Calon Pegawai Negeri di Kabupaten Asahan (CPNS) formasi guru guru, setelah mengikuti berbagai proses yang ketat dan penuh persaingan itu Asminah di nyatakan lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil
(PNS,) sebagai guru agama.

 

Proses kelulusan itu, sangat erat kaitannya, dengan jerih payah pengorbanan, yang telah mengorbankan tenaga, airmata, darah dan nyawa yang telah di curahkan ayahnya, yang seorang Veteran pejuang kemerdekaan RI.

Gelombang, badai,
angin,dan topan serta hitam putih kehidupan ini, telah di rasakan dan di jalani Asminah,Nenek dari seorang cucu bernama Ratu siswi kelas 4 SD Perguruan Al Azhar
Medan Sumut, dan ibu dari 1 orang putri, dan 2 orang putra ini.

 

Perjuangan dan pengabdiannya sebagai seorang guru agama di awali bertugas di UPT SD negeri 14 kampung baru desa mekar baru, kecamatan Datuk tanah datar Batu bara, selanjutnya menjadi
Ka.UPT 17 blok 3 Desa Sei muka kecamatan Datuk tanah datar, dan saat ini sebagai Ka.UPT 02 Desa Petatal kecamatan Datuk Tanah Datar.

 

” Banyak suka dan duka
yang sudah saya jalani dan hadapi selama bertugas menjadi guru agama dan kepala sekolah karenanya sesungguhnya hidup adalah cobaan dan ujian yang harus di hadapi dan di sikapi dengan positif thingking dan berjiwa besar,” ujarnya kepada Trans Nusantara disela-sela kesibukannya menjalankan aktivitasnya sebagai Kepala Desa, dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 77 Tahun 2022 di Desanya.

Menurutnya, pro kontra dalam kehidupan ini adalah hal yang biasa bukan luar biasa, ada yang suka ada yang tidak suka, ada yang baik, ada yang tidak baik, ada yang iri, ada yang syrik, ada yang dengki, ada kecemburuan sosial
yah begitulah kehidupan.

Rasululuah Muhamad SAW saja yang sudah di pastikan masuk surga banyak yang iri dengki, syrik kepada beliau, saat beliau masih hidup, bahkan paman kandungnya tidak suka kepadanya, ujar wanita yang juga di amanahkan Bupati Batu bara menjadi, pejabat Kepala Desa Indrayaman Kecamatan Talawi ini.

Moto hidupnya,
tanamlah yang baik baik supaya yang baik- baik pula, yang selalu hadir dalam proses, hidup dan kehidupan mu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *