Transnusantara.co.id,-
Batahan, Madina,
Akibat menderita Gangguan Kejiwaan, Ahmat Rosadi (39) Warga Desa Batahan I, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatra Utara terpaksa mengenakan rantai besi pada kedua tangannya. Keterbatasan biaya pengobatan menjadi kendala bagi orang tuanya. Kondisi kehidupan ekonomi kurang mampu dijalaninya bersama ibu kandung yang bernama Aminah Hasibuan (67).
Ahmat Rosadi, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) ini mempunyai anak tiga orang. Anak pertama bernama Mudurika ( 28 ), Mitra (10 ) dan Muhammad Rahman (6) yang ibunya sudah meninggalkan mereka.
Kondisi Ahmat Rosadi yang sering mengamuk akhir-akhir ini, mengakibatkan kaki dan tangannya terpaksa diikat dengan rantai besi. Hal ini demi keamanan keluarganya.

Terakhir Ahmat Rosadi mengamuk pada tanggal 17/08/2022 setelah hadir dilokasi upacara Hari Ulang Tahun ( HUT) Republik Indonesia yang ke-77. Dengan mengamuk dan memukul ibunya mengakibatkan tangan sang ibu terkilir.
Hingga saat ini tangan ibu Aminah masih tahapan pengobatan.
Menurut informasi dari sang Ibu, pengobatan terhadap anaknya sudah dilakukan semampunya.
“Saya dengan kondisi miskin sudah berusaha sesuai kemampuan untuk terus mengobatkan anak saya yang sakit dan bantuan dari sanak saudara juga sudah sangat membantu termasuk pemerintah Desa namun anak saya belum sembuh, saya yang sudah tua ini saya kewalahan, biaya hidup tidak mencukupi dari usaha saya yang hanya menjajakan sayur dari rumah kerumah warga. Dari sumber itulah semua makan kami dan kebutuhan lainnya,” ujar Ibu Aminah Hasibuan.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan keinginannya yang masih kuat untuk membawa anaknya berobat dan berharap uluran tangan dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Mandailing Natal maupun pihak lainnya yang ingin meringankan beban biaya pengobatan puteranya.

Kejadian ini juga dibenarkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Batahan I, H Ramadhan A M Siregar.
Didampingi wakil ketua BPD Najamuddin, H Ramadhan menyampaikan kepada media ini tentang keadaan Ahmat Rosadi yang sudah diusahakan pengobatannya oleh sang ibu.
Ibu Aminah yang berusaha sendiri karena suaminya sudah lama meninggal, namun anaknya Ahmat Rosadi belum sembuh dan saat ini diikat / dipasung atas kesepakatan keluarga demi keamanan.
Diakhir ibu Aminah sangat berharap bantuan berbagai pihak.
“Saya hanya bisa berusaha dan berdoa untuk kesembuhan anak saya ini, semoga ada pihak yang membantu biaya pengobatannya” tutup Ibu Aminah seraya meneteskan air mata.
(Amir Husin Hasibuan)
