Transnusantara.co.id Madina
Seorang warga Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara bernama Ahmad Rosadi yang menderita sakit gangguan jiwa dikunjungi tim respon Kasus Kementrian Sosial Republik Indonesia Sentra Insyaf Medan.
Tim respon Kasus dipimpin oleh Glora Elia Purba, anggota Lisbet Lumban Gaol, Eryanto Panjaitan, Reimbert Depari, serta Maradotang Pulungan. Tim telah berupaya menjalankan tugasnya untuk membantu Ahmat Rosadi menderita Orang Gangguan Jiwa (OGJ) yang sebelumnya viral di berbagai media.
Dalam kegiatannya salah seorang anggota tim mengajarkan memotong kuku, mencukur rambut, kemudian mandi, selanjutnya Rosadi tidak dipasung.


Dalam kesempatan itu tim memberikan bantuan berupa alat perlengkapan kebersihan, beras, makanan ringan dan akan membantu membayar hutang perobatan di salah satu rumah sakit di Sumatera Barat sejumlah sekitar 3 juta rupiah.
Ketua Tim respon Kasus menyarankan berobat di Rumah Sakit Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara, kemudian jika ada rujukan ke rumah sakit di Medan akan ditampung, sambil menunggu aktif BPJS Ahmat Rosadi.
Kemudian memberikan pengarahan dan saran serta nasehat kepada kelurga dan juga kepada Ahmat Rosadi yang menderita sakit gangguan jiwa.
Kemudian mengarahkan agar masyarakat yang mengalami penyakit OGJ agar mengikuti tahapan dalam pengobatan.


Usai menjalankan tugas, tim makan siang bersama dengan aparat pemerintahan desa, bidan desa Juliani, Am Keb dan perwakilan keluarga Ahmad Rosadi.
Kemudian tim meninggalkan desa Batahan I sekitar pukul 14.50 WIB, Senin ( 29/8/2022 ).
Keluarga dan Kepala Desa setempat mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khusus kepada tim Respon Kasus Kementrian Sosial Republik Indonesia Sentra Insyaf Medan.
Selain itu disampaikan terimakasih juga kepada pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal yang baru-baru ini juga mengunjungi Ahmat Rosadi, serta kepada bapak Camat / muspika kecamatan Batahan yang sudah merespon dengan baik.
Kami mengucapkan mohon maaf atas kekurangan sambutan kami di desa Batahan I, ucap Kades.
(Amir Husin Hasibuan)
