• Ming. Feb 5th, 2023

BEBAS DARI RUTAN DUMAI, WN MYANMAR DISERAHKAN IMIGRASI DUMAI KE RUDENIM PEKANBARU UNTUK DIDEPORTASI

Share
34 views

Dumai, (Transnusantara.co.id) —-

Sebagai satuan kerja yang mengemban tugas dan fungsi di bidang pendetensian orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian dalam rangka melaksanakan pemulangan dan deportasi, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau melalui Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru telah menerima 1 (satu) orang Warga Negara Myanmar inisial WH dari Kantor Imigrasi Kelas I Dumai pada Kamis (17/11).

“Warga Negara Myanmar yang diserahkan merupakan mantan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah selesai menjalani masa tahanan selama 2 tahun 3 bulan pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai yang ditahan akibat melakukan tindak pidana Illegal Fishing,” terang Rezeki Putera Ginting, selaku Kepala Kanim Dumai memberi keterangan.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Dumai Nomor 13/Pid.Sus/2021/PN Dumai tanggal 11 Februari 2021, WH telah terbukti melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan.

“Setelah selesai menjalani masa hukuman dari Rutan Dumai, WH diserahkan oleh pihak Rutan kepada pihak Kanim Dumai. Selanjutnya, pihak Kanim Dumai melakukan proses pemindahan dan pengawalan terhadap deteni menuju Rumah Detensi Imigrasi sebagai tempat WH menunggu jadwal pendeportasian, sebab proses pemulangan warga asing tetap harus melibatkan negara tujuan. Perlu waktu untuk mempersiapkan dokumen perjalanan dan hal-hal teknis lainnya,” terang Ginting.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus melakukan tindakan pengawasan dan pemantauan terhadap Warga Negara Asing yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia demi menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban. “Jika terbukti melakukan pelanggaran, orang asing tetap harus diberi hukuman sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Dengan demikian, setiap Warga Negara Asing dapat menghargai hukum yang berlaku di Indonesia dan turut mematuhi peraturan yang ada,” tegas Jahari.

 

Cs/ril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.