Penulis :
Nopel Harahap
Kabiro TransNusantara Batu Bara
TransNusantara.co.id-
Batu Bara,
Pendaratan pertama bala tentara Jepang (Dai Nippon) di pulau Sumatera adalah
di sebuah pantai yang berada persis
di desa perupuk, Kabupaten Batu Bara
Sumatera Utara pada tahun 1942.
Pada malam hari itu tepatnya pukul 23.10 WIB, terdengar jelas suara yang begitu ramai. Konvoi kapal-lkapal tentara Jepang mendarat mulus di pantai yang sekarang bernama pantai sejarah, ujar beberapa orang keturunan asli
Veteran pejuang kemerdekaan kepada
TransNusantara.

Pendaratan besar- besaran, yang membawa ribuan tentara Jepang itu,
menetapkan pantai sejarah sebagai markas besar tentara Jepang saat itu di pulau Sumatera. Dasar mereka menetapkan pantai sejarah itu menjadi
markas adalah untuk mempermudah ketika ada gangguan yang tidak bisa di lawan,mereka akan mudah lari melalui jalur laut.
Untuk memantapkan pertahanan markas besarnya, tentara Jepang membangun Bunker (terowongan), untuk tempat aman persembunyian dan
pengintaian, apabila ada musuh yang datang menyerang markas mereka.Ada 7 bunker menurut keterangan anak- anak dari saksi mata, tetapi hanya 2 yang terlihat, yang 5 bunker perlahan lahan punah di makan usia tuanya.
Bunker tersebut di perkirakan panjangnya mencapai 5 km, dan sampai saat ini masih di cari sumber data yang akurat tentang keberadaan bunker.


Berikut data sejarah di bangunnya, peninggalan sejarah tersebut.
Untuk mengingat sejarah tersebut pada tahun 2019,Pemkab Batu Bara dibawah komando Bupati Batu Bara Ir.H.Zahir, MAP telah membangun kampung Jepang. Lokasi kampung jepang tersebut, adalah titik lokasi saat bala tentara Jepang (dai nippon) Membangun perkemahan super jumbo, sebagai markas besarnya.
Wisatawan yang berkunjung diberi
kesempatan berfoto-foto, oleh pengelola objek wisata pantai sejarah (Disparpora) Batu Bara, dengan memakai pakaian adat khas jepang yaitu KIMONO.

Pantai sejarah saat ini terlihat asri, nyaman, sejuk dan indah, ada bangunan-bangunan seperti jembatan mengarah ke laut, untuk menikmati
tenggelamnya sang matahari (sunshet),
Selain itu, ada warung-warung menjual makanan ala khas melayu, aneka minuman, cendera mata, berada ditepi pantai.
Pasilitas yang ada antara lain lesehan keluarga, musolah / toilet, ada rumah pohon, ada live music, area parkir yang aman menambah suasana damai dan tentram, untuk refresing bersama keluarga.

Sebuah 0rganisasi penerus perjuangan bangsa, yakni Badan pembudayaan kejuangan 45, atau (DHD.45) Provinsi
Sumatera Utara, melalui DHC.45 Kabupaten Batu Bara, saat ini sedang menggali, sumber data yang akurat, tentang perjalanan sejarah bangsa tersebut, untuk dijadikan sebuah momentum sejarah (TATENGGER).
Pantai sejarah Desa Perupuk, Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, adalah bukti nyata peninggalan sejarah, Nasional, pendaratan pertama bala tentara (dai Nippon) Jepang tahun 1942 di Pulau Sumatera.(*).
