MENGENANG SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO KE IX BAPAK PRAMUKA INDONESIA

Nasional244 views

 

Penulis,Nopel Harahap Kabiro Batu Bara.

TransNusantara.co.id-

Batu Bara,

Lahir pada tanggal 12 April 1912 di Jogjakarta, Putra Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah / Ratu Alit,yang dari sejak anak anak (SD) sudah aktif dalam kegiatan pandu (sekarang pramuka).Beliau menempuh pendidikan dasar, holands irland herschool,setara SD di Jogja Meer uitgebra idlagor onderwijs (mulo) setara SMP di Semarang,Algemence modal Barre school, setara SMA di Bandung, Universitas Leiden di Belanda.

Jasa jasa dan kontribusinya kepada gerakan Pramuka yang dulu bernama pandu sangat besar,mempelopori kegiatan- kegiatan Pramuka yang sampai saat ini tetap dilaksanakan seperti, Perkemahan Satya dharma Pramuka,Kegiatan Wirakarya,perkemahan pertama tingkat nasional pada tahun 1960.

 

Penerapan tri satya dan dasa dharma yaitu kesetiaan dan ketentuan,kepramukaan.istilah Pramuka diambil dari kata PROMUKO, yang artinya prajurit terdepan dalam peperangan.Pramuka singkatan dari praja muda Karana, yang berarti jiwa muda yang suka berkarya.

Sri Sultan pernah menjabat sebagai Ketua kwartir nasional gerakan Pramuka Indonesia masa bakti 1961-1974, dimasa itu Gerakan Pramuka Indonesia tumbuh subur berkembang seiring kemajuan zaman.

Sri Sultan yang nama aslinya Raden mas Djorojatun itu dinobatkan menjadi Sultan pada tahun 1940 dan berkuasa dari tahun 1940 s/d tahun 1988, beliau juga pernah menjabat wakil Presiden RI ke 2 dari tahun 1973-1978 dan Gubernur daerah istimewa Jogjakarta (Dij) yang pertama. Sejarah juga mencatat bahwa beliau adalah Orang pertama Indonesia, yang mendapat status sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Sri Sultan Hamengkubuwono Ke -IX Tokoh yang dikenal sangat rendah hati, merakyat, ramah dan dermawan itu,telah ditetapkan Pemerintah sebagai Pahlawan nasional kemerdekaan RI,melalui keputusan Presiden RI (kepres) nomor, 657 tahun I961, atas jasa jasa yang begitu besar menentang Colonial Belanda dan turut berjuang mengantarkan bangsa ke pintu kemerdekaan.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *