Penulis,Nopel Harahap Kabiro Trans Nusantara Batu Bara.
Batu Bara, Trans Nusantara–Penerus perjuangan adalah pewaris utama perjuangan pejuang kemerdekaan RI.
Badan pembudayaan kejuangan 45 yang dibentuk oleh Pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor, 50 tahun 1984 diera Pemerintahan HM.Soeharto, wadah berkumpulnya para penerus perjuangan yang tetap berjuang,Setia pada NKRI dan Pancasila.

Itu konsekwensi logis yang wajib ditanamkan dihati masing masing,yang merasa dirinya pengurus pewaris perjuangan.
Perlu dicatat besar besar Penerus perjuangan itu bukan politisi atau oposisi.
Hal tersebut disampaikan RIDWAN, Ketua Badan pembudayaan kejuangan DHC.45 Kabupaten Asahan Sumatera Utara Senin,31/07/2023 siang di RM.Statusquo Pulau Rakyat miliknya.

Masih kata Ridwan, Organisasi atau badan ini adalah bagian dari Pemerintah karena badan ini dibentuk oleh Pemerintah. Adalah satu kebodohan besar & kesalahan fatal kalau kita sebagai penerus perjuangan Cengeng tidak berjiwa besar menyikapi segala sesuatunya, apalagi memvonis yang belum tentu kebenarannya.
Penerus perjuangan bukan lembaga pengadilan yang mempunyai hak menilai mana benar mana yang salah.Bacalah sejarah bangsa dengan baik dan benar bahwa kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan yang bukan perjuangan dari satu suku saja,dari satu agama saja,tetapi dari semua suku dan semua agama turut ikut serta mengantarkan bangsa ini kepintu gerbang Kemerdekaan sejati, seperti tertuang pada Pembukaan UUD.1945, ujar pria yang berbeground Pengusaha ini

Dengan semangat kepada Trans Nusantara mengatakan, penerus perjuangan harus fositif thingking (berbaik sangka) setiap menyikapi perkembangan yang ada dalam prosesi perjalanan bangsa ini.
Karena para pejuang -pejuang kemerdekaan yang sudah banyak berjasa besar yang telah berkorban tenaga, fikiran, harta,air mata, darah dan nyawa tidak pernah berburuk sangka.
Mereka selalu berjiwa besar menyikapi hidup dan kehidupan dari perjalanan bangsa ini.Kwalitas penerus perjuangan bukan dilihat bicaranya tapi dari perbuatannya,tindakannya sesuai kapasitasnya sebagai Penerus perjuangan.
Jangan sampai seperti kata pepatah ada duri dalam daging dan ada musuh dalam selimut. Atau istilah tempoe doeloe ada Belanda hitam.
Diujung perbincangan, Ridwan mengingatkan HUT Proklamasi kemerdekaan RI yang ke 78 tahun 2023 ini, kita jadikan momen Evaluasi diri, kaji diri,intropeksi diri, koreksi diri dan sadar diri.
” Penerus perjuangan itu adalah pewaris perjuangan, bukan pewaris penghianat bangsa, ” ungkapnya menutup perbincangan sembari meneriakkan kata ” Merdeka Tetap Merdeka.” (*).
