Janganlah Jadikan Pilkades Sebagai Ajang Perpecahan Dan Permusuhan Diantara Sesama

Opini179 views

Foto : Muhammad Sudirmin Nasution, Sekjen FJA se Pantai Barat, Mandailing Natal, Sumut

 

MADINA, Transnusantara -Tinggal beberapa hari lagi Pilkades serentak akan dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut,  bertepatan pada, Senin 21 Agustus 2023.

Pada Jum’at (11/08/2023) Muhammad Sudirmin Nasution Sekjen FJA (Forum Jurnalis Dan Aktifis ) Se – Pantai Barat menyampaikan hal ini kepada awak media di Kecamatan Lingga Bayu.

” Janganlah jadikan Pilkades serentak sebagai ajang perpecahan dan permusuhan diantara Sesama yang akan mengakibatkan terputusnya hubungan silaturrahmi diantara kaum family diDesa masing – masing,” ujarnya.

Pesan ini dia tujukan kepada seluruh para Calon Kepala Desa dan  para pendukung Calon Kepala desa yang ikut pada kompetisi pemilihan kepala desa serentak yang akan di laksanakan pada Senin 21 Agustus 2023 mendatang.

Dalam hal ini dia juga memintak dengan sangat kepada seluruh Pihak Panitia pilkades agar tetap bersikap netral dan jangan ada memihak kepada salah seorang calon, jelas nya.

Kepada seluruh Calon Kepala Desa di Mandailing Natal, selama masa Kampanye tiga hari, yang dimulai 10 – 12 Agustus 2023, dapat memanpaatkan  dengan sebaik – baiknya, untuk mengambil hati masyarakat agar mau memilih diri anda.

Tapi tidak memojokkan calon yang lain atau dengan kata lain  ( Kampanye Hitam ). Bersikaplah jujur dan adil dalam berkampanye.

Selain itu Sekjen FJA juga berpesan kepada masyarakat agar lebih bijaklah dalam memilih seorang pemimpinmu di desa untuk demi kemajuan desamu, enam atau bahkan sembilan tahun kedepan kalau memang nanti diberlakukan UU yang baru mengenai masa bhakti seorang kepala desa.

Dan carilah seorang pemimpin yang betul betul amanah dan mau memikirkan kemajuan desa dan masyarakat nya, janganlah kalian terlena dan tergiur dengan yang namanya uang siraman dari calon kades dan yang namanya janji – janji  politik yang pada akhirnya selama masa jabatannya hak – hak kalian disodomi dengan dalih suara kalian itu kan sudah saya bayar kata sang kades yang pada akhirnya kalian di belenggu.

Sedangkan,  kepada seluruh Calon kandidat Kepala desa yang akan ikut bertarung haruslah berjiwa besar menang atau pun kalah, karena dalam suatu kompetisi pertandingan kedua hal itu tidak bisa kita pungkiri sudah jelas itu akan terjadi.

Maka dari itu persiapkan lah diri anda – anda sekalian kalau pun kalah janganlah terlalu berkecil hati tapi koreksi dirilah dimana letak kesalahan mu, sehingga kau kalah dalam kompetisi ini.  Begitu juga kepada calon kepala desa terpilih jangan lah kau merasa wah dulu begitu kau memenangkan kompetisi ini, karena tanggung jawab mu sudah jelas lebih berat bila dibandingkan sebelum nya kau jadi kepala desa terpilih, karena tanpa dukungan dan pilihan masyarakat kau itu tidak ada apa – apanya.

Jadilah kau seorang pemimpin yang bijak sana dan amanah tanpa memilah – milah antara masyarakat yang memilih mu atau pun tidak memilih mu tapi rangkullah mereka semua masyarakat mu tanpa ada perbedaan karena semua masyarakat itu sudah jelas kaulah pimpinan nya, tapi jadilah kau seorang yang cepat tanggap dengan persoalan masyarakat mu, seperti saat dia sakit dan membutuhkan bantuan dan pertolongan, kalau dia terbentur.

Jika persoalan hukum dampingilah masyarakat mu dengan baik, terbuka dan transparanlah terhadap segala persoalan, dan pungsikan lah seluruh aparatur desa mu dengan baik dan bermitralah dengan BPD, NNB, dan seluruh tokoh yang ada baik dia tokoh Agama, tokoh adat, dan juga tokoh masyarakat, dan hargailah semua orang – orang disekeliling mu tanpa ada perbedaan simiskin dan yang kaya tapi berbuatlah dengan yang seadil – adilnya untuk kemajuan desamu.

( AH/Trans Nusantara )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *