Seorang Warga Mengenaskan, Digigit Buaya Saat Mencuci Tangan di Pinggir Sungai Batang Natal Madina

Uncategorized361 views

Foto : Korban sedang dirawat 

 

MADINA, Trans Nusantara– Seekor buaya menggigit dan menyeret  seorang warga yang sedang mencuci tangan  di pinggir sungai Batang Natal, Madina, baru-baru ini.

Akibatnya, korban bernama Amransyah ( 19 ) anak kandung Amrin,  mengalami luka parah dibagian tangan kanannya, langsung dilarikan warga setempat  ke Rumah Sakit RSUD dr. Husni Tamrin Natal untuk  dirawat, Jumat ( 11/8/2023 ).

Andra, warga setempat mengatakan, korban bekerja di salah satu penjualan ikan di Pasar Natal. Saat itu dia pergi  kepinggir sungai mencuci tangannya, tak lama  saya melihat dia berada didalam sungai  sedang berenang  ketepian sungai sambil berteriak  meminta tolong. Terlihat tangannya berdarah, lalu saya memanggil kawan-kawan yang ada dipajak ikan Natal untuk menolongnya, terus kami larikan ke rumah sakit.

Sementara itu, Toni salah seorang toke, dipajak ikan Natal membenarkan kejadian tersebut. Namun saat ditanya wartawan  berapa besar buayanya, dia menjawab  tidak tau.

Toni menambahkan, korban sempat mengatakan kepadanya, memang buaya yang menggigit tangannya dan menyeret  korban hingga terjebur ke sungai.

Terpisah, Ali Anapiah, SH Ketua Lembaga Adat dan Budaya Ranah Natal, kepada media ini menyebutkan, buaya yang kerap muncul disungai Batang Natal ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pihak Pemerintah, khususnya Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Kabupaten. Terkait hal ini kita harapkan peran BKSDA untuk turun langsung melakukan penanganan keberadaan  buaya  disungai Batang Natal, agar kedepannya tidak ada lagi korban.

Berkaitan persoalan ini,  pihak BKSDA (Muslim)  membenarkan peristiwa kejadian tersebut.”  Benar bang kami sudah mendapat informasi dari salah satu media, langsung ke pimpinan,” katanya, setelah dihubungi wartawan  melalui selurernya.

” Untuk memastikan  kronologis kejadian itu, kami akan turun langsung kelokasi, dan bagaimana cara menanganinya sehingga tidak menjadi ancaman dan meresahkan bagi masyarakat.

(AH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *