MADINA, Transnusantara–
Pesantren adalah merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai yang mempunyai asrama untuk tempat menginap santri.
Santri tersebut berada dalam kompleks disediakan juga Masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks dikelilingi tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Seperti Pondok Pesantren At- Taqwa yang berada di Desa Sinunukan V Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara.

Wiyono SPd, selaku Ketua di Yayasan Pesantren
At-Taqwa saat ditemui Trans Nusantara dikediamannya, pada Rabu 8/11/2023 mengatakan,
Pondok Pesantren At – Taqwa ini berdiri sejak 26 Juni 2013 dengan Notaris Ida Wati Harahap.
” Pondok Pesantren ini dilengkapi tempat Ibadah Masjid Baitul Karomah , Ruangan Belajar untuk RA, MDTA, MTS, Panti Asuhan, PTQ,” lanjut Wiyono.
Lebih lanjut dia menjelaskan,
yayasan Pesantren tahfidz putra diasuh oleh Ustad Luqman Abdul Aziz, tahfidz Putri diasuh oleh Ustadzah Atikatul Khusnangindana lulusan tahfidz Blitar Jatim, dan juga Mts At-Taqwa , sebagai kepala sekolah yaitu Muhammad Saifaddin M Ak, dan untuk R A At-Taqwa kepala Sekolahnya Syuaibatul Aslamiyah SPd dengan 5 dewan guru, untuk MDTA Kepala Sekolahnya Siti Zuriyah SPd dengan 6 dewan Ustad, PT Q diasuh oleh Siti Khadijah dengan 2 Ustadzah. Panti asuhan At-Taqwa Ibu asuh yaitu Indah Yani dan
Santri Antar jemput oleh Ustadz Iqbal dan Ustadz Muhlisin.
Selanjutnya untuk pengurus yayasan Pesantren At – Taqwa ini sebagai Pembina bapak Mansur Latif Nasution.
Ketua : Wiyono SPd
Sekretaris : Khoirul Anam
Bendahara : Diego Santoro SPd
Pengawasan Darji.
Wiyono berpesan kepada masyarakat, Yayasan At-Takwa menerima anak yatim. (AH)
