Ketua Yayasan Pesantren At – Taqwa Sinunukan V : Pesantren Ini Adalah Milik Kita Semua, Siapa Saja Boleh Masuk Kemari

 

Madina, Transnusantara-Pondok Pesantren At- Taqwa yang berada di Desa Sinunukan V Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara.Pondok Pesantren ini dilengkapi tempat Ibadah Masjid Baitul Karomah , Ruangan Belajar untuk RA, MDTA, MTS, Panti Asuhan, TPQ.

Yayasan Pesantren tahfidz putra diasuh oleh Ustadz Nazir dari Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara, tahfidz Putri sementara juga diasuh oleh Ustadz Nasir, dan juga MTS At-Taqwa , sebagai kepala sekolah yaitu Muhammad Saifaddin M Ak, dan untuk RA At-Taqwa kepala Sekolahnya Syuaibatul Aslamiyah S.Pd dengan 5 dewan guru, untuk MDTA Kepala Sekolahnya Ustadz Jangkir Hasibuan SHI, TPQ diasuh oleh Siti Zuriah, Panti asuhan At-Taqwa Ibu asuh yaitu Indah Yani. Ada santri antar jemput diasuh oleh Ustadzah R. Putri Ayu.

Selanjutnya untuk pengurus yayasan At – Taqwa yaitu

Ketua : Wiyono S.Pd

Sekretaris : Khoirul Anam

Bendahara : Diego Santoro S.Pd

Pengawasan : Darji.

Ketua Yayayasan Wiyono S.Pd berpesan kepada masyarakat, Yayasan At-Takwa menerima anak yatim.

” Sebagai santri itu mempunyai nilai plus nilai lebih. Santri yang keluar setelah  menyelesaikan pendidikan dari Pesantren dipandang masyarakat orang yang paham  Agama, jiwa yang bertaqwa kepada Allah, berbakti kepada orangtua, cinta tanah air dan negara juga menjunjung tinggi Susila”, papar Wiyono.

Lanjut Wiyono menyampaikan ” Pantas kita syukuri, anak- anak kita yang belajar di sini Yayasan At- Taqwa sangat nyaman senang  dan gembira,  kelak akan tertanam dalam dirinya  ajaran Agama untuk dunia dan akhirat. Santri yang masuk ke Yayasan At Taqwa ini hanya memerlukan secarik kertas, surat tidak mampu dari kepala desa. Santri dibebaskan dari biaya-biaya, dan kita urus makannya dan keperluan lainnya”.

” Pesantren ini adalah milik kita semua, siapa saja boleh masuk kemari. Untuk itu,  marilah kita dukung anak-anak  kita belajar di pesantren ini, untuk menjadi anak soleh soleha, yang berilmu agama, beretika. Semoga jadi tambatan kita, harapan kita”,ungkap Wiyono.

“Untuk pengurus santri putri tahfidz mengharap kan partisipasi para guru tahfidz yang hafal 30 juz dan Bersanad, mohon supaya ikut serta dalam perjuangan menegakkan pengabadian Al-Quran”,pungkas Wiyono.

(AH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *