Jalan Penghubung Antar Desa Lobung dan Kampung Baru Lingga Bayu Mulai Ada Penimbunan

 

MADINA, Transnusantara- Jalan penghubung antara desa Lobung – Kampung Baru di Kecamatan Lingga Bayu pada Jum’at pagi (06/12/2024) tampak di lapangan mulai ada penimbunan, di mana beberapa hari yang lalu pernah di beritakan beberapa media Online dengan masalah jalan rusak parah di akibatkan tinggi nya curah hujan di daerah kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal.

Dimana diketahui sebelum nya, pernah juga dengan pitrun oleh kepala desa yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada di sekitar desa Kampung Baru, namun saat itu pitrun tersebut terlalu banyak campuran tanah, sehingga mengakibatkan jalan penghubung antara desa tersebut menjadi becek dan berlumpur saat di guyur hujan dan mengakibatkan masyarakat yang berlalu lalang dan melintasi jalan tersebut menjadi payah, terutama anak sekolah yang setiap hari nya memang melalui jalan ini naik sepeda motor dan ada juga yang menggunakan angkutan umum mobil L300 saat berangkat dan pulang sekolah.

Saat awak media ini menjumpai kepala Desa Kampung Baru Rizki Martua Lubis S.IP yang tampak sedang berada di lokasi jalan rusak tersebut bersama perangkat desa lainnya sedang bekerja menimbun jalan dengan pasir timbunan dan saat ditanya  terkait pasir timbunan tersebut,  kepala desa mengatakan,”  pasir timbunan ini kita minta dari  mereka yang kendaraannya berlalu lalang melintas di jalan ini,dan akan diadakan musyawarah dengan masyarakat untuk menangani kerusakan jalan penghubung antara desa tersebut “, katanya.

Sementara disisi lain masyarakat desa Kampung  Baru yang dapat di konfirmasi awak media mengatakan,” saya sebagai masyarakat desa Kampung Baru  berharap kepada pihak pemerintah mulai dari tingkat desa begitu juga di tingkat Kecamatan dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar secepatnya membuat  perencanaan pembangun jalan penghubung antara desa berkisar kurang lebih 1.6 km, kami masyarakat desa Kampung Baru juga ingin ikut merasakan kemerdekaan ini.

Dimana seingat saya jalan ini baru satu kali tersentuh dana pemerintah pada tahun 2009 dengan menggunakan dana PNPM Mandiri Pedesaan Pengerasan jalan sepanjang  900 meter, dan apa yang saya sampaikan ini sebagai perwakilan masyarakat sudah sejalan dengan program pemerintah pusat saat ini.

Kami juga sebagai masyarakat desa Kampung Baru ingin menikmati dan merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. sampai saat ini sudah hampir memasuki tahun yang ke 25 Mandailing Natal mekar dari Tapsel dan sudah hampir 80 tahun Indonesia  Merdeka, namun kami  masih belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, ujar Henri Lubis.

Lebih lanjut  Henri Lubis juga menambahkan,” Dimana dari beberapa pemberitaan di Media Online sebelum nya terkait kerusakan jalan desa Kampung Baru anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari dapil lll Wildan Lubis S.H telah menanggapi hal ini, beliau mengatakan” Sudah menjadi atensi saya untuk memperjuangkan nya,”kata Wildan Lubis S.H kepada Henri Lubis melalui via pesan WhatsApp.

Kemudian salah seorang calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara H.Aswin Parinduri pernah mengatakan di hadapan masyarakat Kampung Baru akan siap memperjuangkan pembangunan aspal hotmix ke desa Kampung Baru, kalau memang beliau diberikan amanah duduk menjadi DPRD Provinsi saat berkunjung ke desa Kampung Baru saat itu.

Kami sebagai masyarakat desa Kampung Baru Sangat mengharapkan hal ini dan kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga  kepada  para wakil kami  yang sedang duduk di DPRD baik di tingkat kabupaten Mandailing Natal dan juga DPRD  Provinsi, mau mendenga kan dan memperhatikan keluhan kami masyarakat desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu,” tambah nya.

(AH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *