Oleh,Nopel Harahap Kabiro Transnusantara Co.id Batu Bara.
Batu Bara, Transnusantara.co.id–Sayuti Melik, lahir,22-11-1908, di Tangerang Banten. Mengawali kariernya sebagai Wartawan/penulis,dan terjun ikut dalam kancah perjuangan untuk turut ikut merebut kemerdekaan, bersama dengan teman -teman seperjuangannya.


Dia bekerja pada surat kabar ” PIKIRAN RAKYAT, “dalam pelaksanaan tugas -tugas sebagai Wartawan (Jurnalis) Sayuti membangkitkan gelora semangat berjuang meraih kemerdekaan.” Kita tidak bisa tinggal diam menjadi tamu dirumah sendiri,menjadi penonton ditanah tumpah darah kita, kita harus lawan Penjajah asing itu,”ujarnya suatu hari membangkitkan semangat juang kepada teman- teman.sesama Wartawan.
Sayuti Melik ikut bergerilya masuk hutan keluar hutan,berjuang dan terus berjuang itu niat dan tekadnya yang terus menerus berkobar membara.
Sayuti tidak pernah mau diajak untuk bekerjasama dengan Pemerintah Belanda,walaupun ditawari uang dan jabatan.
Selama masa perjuangan itu, Sayuti Melik aktif di partai politik :
1.Parindra
2.PNI
Pengetikan teks Proklamasi dilaksanakan dirumah Laksamana MAEDA Kepala kantor urusan Kemiliteran saat- saat pendudukan Jepang tahun 1942 – 1945 di jalan Imam.bonjol.nomor 1 Jakarta.
Maeda adalah Perwira tinggi Jepang yang sangat Pro terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia,Maeda merelakan rumahnya tempat pertemuan- pertemuan penting Soekarno- Hatta dan para Pejuang.
Saat pengetikan teks Proklamasi itu,Sayuti Melik didampingi TRI MURTI Pejuang Wanita yang juga regu pengibar pertama sang saka.merah putih.
Untuk menghargai jasa jasa besar Sayuti melik dalam langkah perjuangan Pemerintah RI menganugerahi tanda kehormatan berupa,
1.BINTANG MAHA PUTRA UTAMA
2.BINTANG GERILYA
Laksmana Maeda tahun 1993 dianugerahi tanda kehormatan oleh Pemerintah RI berupa BINTANG MAHA PUTRA ADI PRADANA.***
