Oleh Nopel Harahap Kabiro Transnusantara.co.id Batu Bara
Batu Bara, Trans Nusantara– Pengadaan buku pelajaran di sekolah
PAUD, SD, dan SMP dilingkungan Dinas Pendidikan Batu Bara mulai mencuat melebar kesana sini, dan perlu perhatian
Aparat Penegak Hukum, seperti Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengevaluasi Proyek pengadaan
buku -buku pelajaran. Pengadaan buku-buku tersebut melibatkan
Suplayer atau rekanan, dan
dibayar setelah cairnya Dana
Bantuan Operasional
Sekolah atau dana BOS.
” Pengadaan buku- buku yang tiada hentinya itu kesannya, seperti pasien- pasien mengkonsumsi obat kesehatan yang harus diminum setiap
saat sesuai petunjuk dokter,” ujar H.Rafiq Khan,SE Tokoh politisi senior
Partai Gerindra.
Lebih lanjut Rafiq mengatakan
pengadaan buku- buku yang terlalu banyak untuk sekolah- sekolah dapat dipastikan tidak semuanya dapat diserap oleh siswa/siswi, dan itu bisa kita buktikan dan kita tanyakan langsung
ke siswa siswi.
Puluhan ribu jumlah siswa siswi Paud,
SD, dan SMP di Kabupaten Batu Bara dengan rincian dana bos yang diperkirakan total mencapai puluhan
milyar rupiah dan sekian persen dialokasikan untuk membeli buku buku,
merupakan nominal yang sangat besar.
” Lebih baik dan layak
digunakan untuk yang lebih bermanfaat seperti pembangunan fisik, pembangunan sarana jalan,lapen, drainase, yang bisa menyentuh langsung kepada masyarakat luas, bukan untuk kepentingan keuntungan pribadi oknum- oknum,” ujar Politisi yang
telah banyak jasanya yang telah membesarkan partai Gerindra Batu Bara, mulai mengantarkan
kader- kader Gerindra duduk di DPRD
Batu Bara sampai mengantarkan kadernya menjadinWakil Bupati
Batu Bara perioden2025-2030.
Diujung pembicaraan, Rafiq yang juga keturunan asli Veteran Pejuang Kemerdekaan RI ini mengatakan,
dari terbentuknya Kabupaten Batu Bara,
Dinas Pendidikan Batu Bara selalu bermasalah yang mengarah keranah
hukum (pidana) bukan prestasi
yang ditonjolkan, tetapi masalah dan
masalah terus yang berujung ke penjara.
Harapan Rafiq, agar program Batu Bara Berkah Bahagia berjalan baik,
Bupati harus melakukan seleksi ketat atau fit and profil test / uji kelayakan, Calon Kadisdik dan jajarannya serta para Kepala Sekolah, supaya nama baik Dinas Pendidikan bisa dipulihkan.
