PENERUS PERJUANGAN ADALAH  DUPLIKATNYA VETERAN PEJUANG KEMERDEKAAN RI

 

Oleh, Nopel Harahap
Kabiro Transnusantara.co.id
Batu Bara

Batu Bara, Trans Nusantara–Penerus perjuangan adalah generasi penerus estafet perjuangan bangsa dalam rangka
mengisi alam Kemerdekaan ini.

Sejak Proklamasi kemerdekaan RI
dikumandangkan di Pegangsaan timur nomor 56 Jakarta, 17-08-1945
oleh Proklamator Ir.Sokarno dan
Muhamad Hatta, tugas- tugas para
pejuang telah selesai mengantarkan bangsa ini menuju pintu gerbang kemerdekaan yang abadi.

Selanjutnya para pejuang- pejuang
Kemerdekaan itu bergabung dalam
wadah seperti Legiun Veteran Republik Indonesia, (LVRI) dan Angkatan
45. Pembentukannya diatur dalam undang- undang negara RI, dengan tugas- tugas mengawal langsung pelaksanaan dari kemerdekaan itu
serta melestarikan nilai nilai juang 45.

Seiring berjalannya waktu kewaktu, sebagai manusia pasti menjalani takdirnya yaitu, menghadap Tuhan
Yang Maha Esa sehingga satu persatu para Pejuang-pejuang itu tutup usia
dan perjuangannya digantikan oleh generasi yang disebut, PENERUS PERJUANGAN.

Penerus Perjuangan itu tidak hanya sekedar nama saja,.tidak hanya sekedar predikat tetapi nama yang melekat dalam diri generasi muda itu
besar tanggung jawabnya, dan besar beban moral yang harus dipikul karena
penerus perjuangan adalah duplikat dari
Pejuang Pejuang Kemerdekaan RI.

Niat para pejuang -pejuang kemerdekaan itu bersih,suci, tulus ikhlas, dan berjiwa besar.
Mereka berjuang telah mengorbankan tenaga,harta,air mata, darah dan nyawa dengan satu tujuan mulia yaitu,
Merdeka.

Pejuang tidak pernah mengeluh apalagi
cengeng,tidak pernah mengharap atau meminta minta kepada Negara,
terkait apa yang sudah mereka curahkan kepada Bangsa dan Negara
ini.

Pengertian duplikat dalam kamus besar
bahasa Indonesia (KBBI) adalah, Kesamaan / mirip penerus perjuangan
wajib memiliki karakter seperti karakter asli para Pejuang -pejuang kemerdekaan bangsa ini,salah satunya berjiwa besar,dewasa dalam menyikapi proses kehidupan berbangsa dan bernegara, artinya penerus perjuangan itu harus bisa memposisikan dirinya sebagai,
Fasilitator,Mentor,
Inovator, Kreator, Dinamisator
bukan PROVOKATOR.

Dirgahayu RI ke 80 Bersatu, Berdaulat,
Rakyat sejahtera, Indonesia maju.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *