Madina, TransNusantara — Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution memantau aktivitas Gunung Sorikmarapi di pos pemantauan, Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, pada Sabtu ( 4/4/2026 ).
Bupati Madina menjelaskan, dalam beberapa hari ini terjadi gempa vulkanik ratusan kali lebih, status Gunung Sorikmarapi pun telah dinaikkan ke tingkat Waspada.
Menurutnya saat pemantauan gunung api 2.145 meter dari permukaan laut (mdpl) itu masih beraktivitas. Pada status Siaga II itu, masyarakat telah diperingatkan untuk tidak beraktivitas di lereng gunung pada jarak 1,5 kilometer.
“Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dengan jarak 1,5 Km dari gunung, kemudian pendakian untuk sementara waktu ditutup,” kata Saipullah.
Meskipun aktivitas gunung terus berlangsung, bupati meminta masyarakat sekitar agar tidak panik. Sebab, BMKG dan kementrian ESDM tetap memantau situasi ini selama 24 jam.
“Jangan panik karena BMKG dan Kementerian ESDM akan memberikan informasi secara cepat dan berjenjang,” ungkap Saipullah.
Di sisi lain, Pemkab Madina juga terus berkoordinasi dengan PT Sorikmarapi Geothermal Power (SMGP). Untuk saat ini, tidak ada aktivitas pengeboran yang dilakukan perusahaan yang bergerak di bidang panas bumi itu.
“Tidak ada kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan, dan ini alam yang sedang beraktivitas,” sebut Bupati.
Saipullah juga menerangkan terkait munculnya hawa panas di Masjid Al-Muhajirin, Desa Parbangunan. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, dia mengutarakan BPBD sudah meminta Badan Geologi untuk turun mengecek langsung.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Sorikmarapi, pada 2 April terjadi gempa vulkanik dalam sebanyak 115 kali, gempa terasa 4 kali, dan gempa tektonik jauh 11 kali.
Pada 3 April, gempa vulkanik terjadi 56 kali, tektonik jauh empat kali, dan gempa lokal lima kali. Sementara pada 4 April, gempa vulkanik dalam terhitung terjadi 20 kali hingga pagi hari.( Tim )
( AH )
