SIMALUNGUN, Transnusantara.co.id – Dugaan adanya intervensi dalam pengelolaan dan belanja Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada sejumlah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menuai sorotan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, terdapat dugaan pengarahan dalam pengadaan sejumlah barang dan kebutuhan sekolah melalui mekanisme belanja yang menggunakan Dana BOS.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan adanya pengadaan atau “titipan” barang ke sejumlah sekolah, seperti bahan pembersih lantai, perlengkapan toilet (WC), serta kebutuhan lainnya.
Selain itu, terdapat informasi bahwa pembelian buku melalui platform SIPLah diduga diarahkan kepada perusahaan tertentu yang telah terdaftar sebagai penyedia.
Sejumlah kepala sekolah disebut melakukan pembelian buku dalam jumlah besar dengan pertimbangan memperoleh rabat atau potongan harga dari nilai transaksi.
Dugaan lainnya, proses penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) disebut tidak sepenuhnya melibatkan seluruh unsur tim manajemen sekolah sebagaimana mestinya.
Sejumlah kepala sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku adanya tekanan atau intervensi dalam menentukan belanja sekolah.
“Kami sebenarnya tidak bisa berbuat banyak. Kalau tidak mengikuti, kami khawatir ada konsekuensinya. Wartawan seharusnya mempertanyakan hal itu kepada Dinas Pendidikan, bukan kepada kami,” ujar salah seorang kepala sekolah.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, W. Damanik, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap sekolah-sekolah.
“Kami akan mengecek dan mengevaluasi,” ujar W. Damanik.
Dugaan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana BOS telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk proses penyusunan RKAS, mekanisme pengadaan melalui SIPLah, serta keterlibatan tim manajemen sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Tim masih terus melakukan konfirmasi-konfirmasi terkait pengelolaan dana BOS.
( Tim/Budiman Saragih )
