Bupati Batu Bara Hadiri Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT Unilever Oleo Chemical Indonesia

 

Penulis: Nopel Harahap
Kabiro TransNusantara.co.id Batu Bara

 

SIMALUNGUN, Transnusantara — Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, CLA, menghadiri peresmian pengembangan operasional produksi PT Unilever Oleo Chemical Indonesia yang berlangsung di Marvell 3 Hall, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/8/2026).

Kehadiran Bupati Batu Bara dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antardaerah dalam mendorong pertumbuhan industri hilirisasi, investasi, serta penciptaan lapangan kerja di Sumatera Utara.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa, unsur Forkopimda Sumatera Utara dan Kabupaten Simalungun, para pimpinan BUMN, serta investor kawasan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara menyampaikan bahwa pengembangan operasional produksi tersebut merupakan langkah bersama untuk memperkuat hilirisasi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami menyampaikan apresiasi kepada PT Unilever Oleo Chemical Indonesia atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Sumatera Utara sebagai salah satu basis penting pengembangan industri kimia dan rantai pasokan global,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menilai pengembangan operasional produksi tersebut akan semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Menurutnya, ketersediaan gas, listrik, serta bahan baku yang memadai dalam satu ekosistem di KEK Sei Mangkei menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri.

“Dengan ketersediaan gas, listrik, serta bahan baku yang cukup dalam satu ekosistem di KEK Sei Mangkei, maka daya saing produknya di pasar global menjadi sangat tinggi,” kata Yuliot.

Bagi Bupati Batu Bara, pengembangan industri di KEK Sei Mangkei memiliki arti penting dalam memperkuat konektivitas dan ekosistem ekonomi antarwilayah di Sumatera Utara.

Menurut Baharuddin, kedekatan KEK Sei Mangkei dengan Kabupaten Batu Bara membuka peluang sinergi yang lebih luas, khususnya di bidang investasi, industri, inovasi, ketenagakerjaan, logistik, hingga pengembangan usaha masyarakat.

“Kedekatan KEK Sei Mangkei dengan Kabupaten Batu Bara memberikan peluang sinergi dalam bidang investasi, industri, inovasi, ketenagakerjaan, logistik hingga pengembangan usaha masyarakat,” ujar Bupati Baharuddin.

Ia berharap pengembangan industri dan investasi di kawasan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta membuka semakin banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat di Sumatera Utara. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *