Lima Bulan Menunggu Aktivasi, Pengelola SPPG Harap Dapur MBG Segera Beroperasi

 

PADANGSIDIMPUAN, Transnusantara — Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Padangsidimpuan Utara dan Mandailing Natal, Sumatera Utara, berharap Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengaktifkan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menunggu proses aktivasi selama sekitar lima bulan.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Yayasan pengelola SPPG, Yacub Ridwan, melalui surat yang ditujukan kepada Kepala BGN Sudaryono, tertanggal 7 Oktober 2026.

Dalam surat tersebut, Yacub menyebut dapur SPPG yang dikelolanya telah berstatus siap operasional dan fasilitas serta tenaga pengelola telah dipersiapkan untuk menjalankan program MBG.

“Sudah lima bulan lamanya kami menunggu proses aktivasi,” demikian disampaikan Yacub dalam surat tersebut.

Menurutnya, wilayah pelayanan yang diharapkan mencakup Kelurahan Sitataring, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, serta Desa Pidoli Lombang, Kabupaten Mandailing Natal.

Yacub mengatakan, pihaknya menerima harapan dari orang tua siswa, guru, dan masyarakat agar program MBG segera hadir di wilayah tersebut.

Ia juga menyebut masih terdapat sejumlah anak sekolah, termasuk siswa pondok pesantren, yang menurutnya belum memperoleh manfaat program MBG.

“Program MBG bukan sekadar makanan tambahan, tetapi juga dukungan bagi pemenuhan gizi anak sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua,” katanya.

Yacub menambahkan, sebagian sekolah di wilayah tersebut berada di kawasan pedesaan dan relatif jauh dari pusat kota. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan percepatan pelayanan MBG dinilai penting.

Dalam suratnya, ia meminta BGN memberikan perhatian terhadap proses aktivasi SPPG dan mempercepat operasional dapur yang telah dipersiapkan.

“Kami siap bekerja dengan sebaik-baiknya, menjaga kualitas makanan, kebersihan, dan pengelolaan dapur sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Yacub berharap program MBG dapat menjangkau anak-anak sekolah secara merata, termasuk mereka yang berada di wilayah pedesaan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari BGN mengenai status dan jadwal aktivasi SPPG tersebut.

Sumber : Surat Ketua Yayasan pengelola SPPG Padang Sidempuan Utara dan Mandailing Natal yang ditujukan kepada Kepala BGN.

Penulis : Ahmad Sulaiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *