MEDAN – Transnusantara.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas spiritual, menumbuhkan ketenangan batin, serta membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan puja bakti bersama Yayasan Sangha Bodhiphakkhiya Nusantara dari Rumah Ibadah Pondok Sati, dengan bimbingan Bhikkhuni Ayya Sati, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Manasikara Sutta” ini menjadi sarana bagi warga binaan beragama Buddha untuk memperdalam nilai-nilai spiritual dan mengembangkan kesadaran diri.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mengikuti puja bakti, melakukan refleksi diri, serta mendalami pentingnya perhatian dan kesadaran dalam menjalani kehidupan. Pembelajaran ini diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan ketenangan batin, mengendalikan diri, dan membangun pola pikir yang lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.
Selain sebagai bentuk pembinaan kerohanian, pelaksanaan puja bakti juga merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
Kegiatan ini diharapkan turut menumbuhkan sikap disiplin, toleransi, serta penghargaan terhadap sesama di lingkungan pemasyarakatan.
Lapas Kelas I Medan terus mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang lebih baik dari sisi spiritual maupun kepribadian.
Sinergi dengan lembaga keagamaan menjadi salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan proses pembinaan yang humanis dan bermakna.
Melalui kegiatan puja bakti ini, warga binaan diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Sumber Lapas Kelas I Medan
(Hisar LG)
