Transnusantara.co.id,
Medan–
Indonesia merupakan pasar terbaik sepeda motor pabrikan Jepang. Mengingat kondisi geografis dan jumlah penduduk yang sangat besar. Beda halnya dengan negara maju (Eropa) yang lebih memilih sepeda untuk kerja ke kantor, atau menggunakan moda transportasi massal.
Kondisi alam dan harga yang terjangkau menjadi suatu alasan bagi masyarakat Indonesia untuk membeli sepeda motor dibandingkan harus membeli mobil.
Sampai tahun 2019, jumlah sepeda motor yang ada di Indonesia mencapai 112.771.136 unit. Di tahun 2018, jumlah motor tercatat 106.657.952 unit, dan pada 2017 sebanyak 100.200.245 unit. Hingga tahun 2020 lebih dari 133 juta unit pengguna sepeda motor di Indonesia sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Adalah bapak Suheri (52 th), warga Jl. Sidomulyo Pasar 9 GG. Nenas 7 (d/h. Belibis) Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan – Kab. Deli Serdang melihat adanya peluang ekonomi dari sepeda motor tersebut dengan membuat jok mini.
Jok mini tambahan tersebut dibuat atas dasar sisi ekonomis dan hanya untuk jarak tempuh dekat. Misalnya, si ibu hendak mengantar si kakak yang bersekolah di SD sedangkan si adik tak ada yang menjaga di rumah tentunya jok tersebut memberi manfaat serta kemudahan bagi si ibu.
Berbagai varian Jok untuk type dan merk sepeda motor tersedia, Vega & NMax (Yamaha) serta Vario, BeAt, Supra dan Scoopy (Honda) dirumahnya yang juga sekaligus tempat pembuatannya.
Memiliki skill sebagai tukang servis & reparasi jok kursi dan sofa tentu tak sulit bagi pak Heri, demikian panggilan sehari-harinya untuk membuat jok mini tersebut. “Perhari kita mampu menyelesaikan kurang lebihnya 25 set, mulai dari memotong bahan kayu/plywood, menjahit kulit jok, pemasangan busa dan pelapisan”
Selain itu pak Heri mengedepankan faktor keamanan dalam berlalu lintas dengan memasang Safety Belt (sabuk pengaman) serta pegangan tangan dan pijakan kaki untuk sang buah hati. Sehingga terasa nyaman.
“Untuk harga jual eceran kita banderol seharga Rp. 135.000,- itu untuk yang kelas premium. Sambil memegang Jok Mini yang ada sandaran & sabuk pengamannya. Sementara yang standard hanya Rp. 75.000,- ” terang pak Heri.
“Soal pemasaran, kita tidak takut kalau jok tersebut tidak laku, soalnya Sumatera Utara ini soal kereta (sebutan sepeda motor di Medan) menempati urutan ke 5 (lima) jumlah pemakainya se-Indonesia
“Yang menjadi persoalan bagi saya adalah terbatasnya modal usaha bila ada pesanan dalam partai besar dari sang agen yang selanjutnya akan diedarkan ke pelosok pesisir, perkebunan dan toko-toko sparepart motor sebagai bahan jual tambahan”
UMKM seperti yang dilakukan pak Heri ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak perbankan dalam menyalurkan pinjaman agar semakin tumbuh dan sukses.
“Kami berharap pemerintah mendukung usaha seperti ini, karena bukan sekedar jok saja yang kami buat, kami pun menjual lampu hias untuk dikamar”
“Lampunya dari bahan sederhana jadi pasti harganya pun terjangkau” pungkas pak Heri.
( BS/TN/007 )
