Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Pengungkapan Penyelundupan Ketamine Senilai Rp3,48 Triliun

 

MEDAN – Transnusantara.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi lintas instansi guna mencegah penyelundupan orang dan barang ilegal melalui jalur maritim.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, saat menghadiri konferensi pers operasi gabungan (joint operation) di Pelabuhan Penumpang Bandar Deli, Belawan, Medan, Jumat (23/10/2026).

Operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Polda Sumatera Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai itu berhasil mengamankan 1,16 ton ketamine, satu unit kapal MT Global 168, dan 14 unit telepon genggam. Total nilai barang bukti tersebut dilaporkan mencapai Rp3,48 triliun.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan delapan orang terduga pelaku, yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Gubernur Sumatera Utara, unsur TNI, serta sejumlah pejabat tinggi dan kepala daerah.

Parlindungan juga mengikuti deklarasi “Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Dalam keterangannya, Kapolri menyampaikan bahwa sinergi antarlembaga tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mengungkap penyelundupan barang terlarang ke wilayah Indonesia.

Pengungkapan kasus tersebut juga disebut sebagai bentuk apresiasi dalam momentum dua tahun kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Parlindungan menegaskan bahwa keterlibatan Imigrasi Sumatera Utara merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan mobilitas lintas negara, khususnya di kawasan Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran internasional yang sibuk.

“Sinergi ini sejalan dengan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui 15 Program Aksi, serta visi Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, yaitu Imigrasi untuk Rakyat.

Imigrasi Sumatera Utara berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah penyelundupan orang maupun barang, meningkatkan pengawasan lintas negara, dan menjaga keamanan negara,” ujar Parlindungan.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Imigrasi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di pintu gerbang negara di wilayah barat Indonesia, sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga keamanan perbatasan dan menegakkan hukum keimigrasian.

Sumber Imigrasi Sumut

(Hisar LG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *