Penulis : Muchlis
Jurnalis Nusantara
Medan, Transnusantara.co.id-
Pak Kliwon, Penjual Nasi Goreng yang dikenal menggunakan Gerobak Sorong, di jalan Sei Belutu Medan, mengeluh omset penjualannya menurun.
Dia mengatakan, nasi goreng merupakan salah satu kuliner, dari berbagai jenis kuliner yang ada, dimana nasi goreng diminati oleh masyarakat yang berada dikota, maupun dipedesaan, serta wisatawan.
Hal itu disampaikan pekan lalu, sebelum memasuki bulan suci ramadhan, kepada Transnusantara.co.id, di lokasi tempat usahanya.

Saat itu, kami sedang melintas di jalan Sei Blutu kota Medan, melihat banyak sepeda motor dan kenderaan roda-4 yang parkir dipinggir jalan itu.
Ingin mengetahui, kami merapat dilokasi, rupanya sejumlah pemilik kenderaan yang sedang parkir dilokasi itu, sedang menikmati kuliner nasi goreng. Sedangkan kenderaan yang diparkir, dijaga dan diatur oleh juru parkir yang berada dilokasi itu.
Tak mau ketinggalan, dengan segera, kami berdua masuk dan mencari tempat duduk yang kosong, lalu memesan 2 porsi nasi goreng spesial, dan dua botol Aqua ukuran sedang.
Kami sempat mewawancarai pemilik usaha kuliner nasi goreng itu, dikaitkan dengan masa covid-19 yang berlangsung hingga saat ini.
Kepada pelayan disitu, kami menanyakan, siapa pemilik usahanya. Setelah membayar pesanan makanan dan minuman, kemudian kami berdua diantar menemui pengusahanya.
Kami berdua langsung disambut dengan baik, dan kami mengatakan dari jurnalis media Transnusantara.co.id.
Pengusaha nasi goreng itu, bernama pak Kliwon.
Pak Kliwon menjelaskan, bahwa usaha yang dikenal dengan nama ” Nasi Goreng tete pak Kliwon ” sudah ada sejak 8 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2013.
Lebih lanjut pak Kliwon menuturkan, sejak adanya covid-19, omset penjualan menurun drastis, terus hingga saat ini, karena pengunjung sangat berkurang. Menurutnya sebelum ada covid-19, setiap harinya bisa menghabiskan rata-rata 20 kg beras yang ditanak untuk dibuat nasi goreng, namun saat ini hanya bisa menghabiskan paling banyak 15 kg, sangat terpukul sekali, katanya.
Sarana yang digunakan untuk menjual nasi goreng selama ini, selain meja dan kursi, perlengkapan lainnya adalah menggunakan Gerobak Sorong.
Usaha nasi goreng pak Kliwon, dibuka dimulai pukul 18.00 – 22.00 WIB.
Dia, dalam menjalankan usahanya, di masa covid-19 saat ini, tetap mematuhi Protokol Kesehatan. *)
